Tamako in Moratorium (2013)
Tamako (Maeda Atsuko) yang baru lulus kuliah di Tokyo kembali ke kampung halamannya di Kofu. Dia hanya tinggal berdua dengan ayahnya (Kan Suon) yang mengelola toko olahraga. Bukannya melamar pekerjaan atau membantu sang ayah menjaga toko, Tamako malah menghabiskan waktunya di rumah dengan makan, tidur, menonton televisi, membaca manga dan bermain video games setiap harinya hingga empat musim berlalu begitu saja.
Bagaimana? Kedengarannya premisnya tidak menarik sama sekali? Apalagi sesuai judulnya, film ini memang menggambarkan 'moratorium' seorang Tamako yang tampak tidak tertarik sama sekali dengan kehidupan normal seperti yang dijalani oleh gadis seumurannya. Dan memang, untuk sebagian bahkan kebanyakan orang, film ini memang tidak menarik bahkan cenderung membosankan. Pacenya pun lambat seperti kebanyakan film Jepang lainnya. Selain itu nyaris tak ada hal yang benar-benar spesial dari film ini karena kita hanya disuguhkan kehidupan Tamako dalam 'moratoriumnya'. Namun, saya pribadi entah kenapa justru menyukai film ini. Yang pertama kali terlintas di benak saya ketika menonton film ini adalah: "wah.. ini aku banget, nih ceritanya!" Ya, kisah Tamako ini memang sedang ku alami sendiri saat ini. Saya jadi tambah semangat nontonnya. Apalagi durasinya pun tidak lama, hanya 78 menit. Selain kisahnya yang 'aku banget' ini, saya suka sekali dengan alurnya, settingnya, dan pace filmnya sendiri. Padahal pace lambat seperti ini biasanya membosankan buat saya, tapi kali ini entah kenapa saya malah sangat enjoy menontonnya. Mungkin juga karena seperti sedang menyaksikan sendiri kisah saya dalam film tersebut.
Selain kisah Tamako sendiri yang dibahas, film ini juga menyajikan kisah hubungan ayah-anak. Interaksi keduanya terkesan agak kaku dan sedikit aneh, tapi saya justru menyukainya. Karakter ayahnya yang terlihat sesekali mengomel dan marah karena kelakuan Tamako, sebenarnya sangat baik dan perhatian. Saya sedikit paham kenapa sang ayah juga terlihat masa bodoh melihat kelakuan 'ajaib' Tamako. Keduanya bahkan sebenarnya saling melengkapi satu sama lain hanya tidak disadari oleh keduanya. Selain karakter Tamako dan ayahnya, ada juga karakter lainnya seperti Hitoshi (Ito Seiya), anak SMP yang merupakan satu-satunya teman Tamako. Lucu juga melihat pertemanan keduanya. Lalu ada juga seorang wanita yang akan dijodohkan dengan ayahnya. Nah, disinilah justru terjadi momen-momen awkward yang lucu. Namun, dari sinilah terungkap perasaan yang sebenarnya antara Tamako dan ayahnya.
![](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNq0JnU4-H1KSTyRZ__0vAwX-qEitE-a0TsTW4unyRlX5L15n2C0v_6Q0mjNvmy8ID4n_g7pOCHmZL7VPk9Oc_sADBQ7ANM7GjZzGtIEGO8SNtJ18CA5cGQ1p1eP-PHCaaApuNbilZui4/s1600/Tamako+in+Moratoriamu03.jpg)
![](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3nX99Ri-XzUvouatCZ1toRAfQaa4alovWidnmW6rYTMgZffUbDCOoRXtRWjwI19SjrA8G4aQthyn_mgou2WF2UKv87WtTnQ_H6Ehj37CvPJU2fYu-a8mRNpZ90s8yOCjrojdyAL0xA8k/s1600/Tamako+in+Moratoriamu09.jpg)
![](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhydTCMQQj3UE2HigNKlSglUiIEw0Dl_q7oQY9LnPO46fzRehrZzVTlnC1P0pi3BqHwevMvUoR0qp_jeDd4jDIKYaFW3HW4h_1qyDm1AMCsvY163tD4oJmvbgELZUoLOv6D0OmJB4UyI34/s1600/Tamako+in+Moratoriamu06.jpg)
![](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRVMZflbgUqpg11IiG1LPUZUXUYVQo5RPpVwEmrH5UqXp8-qBzM1m4JscqK2Azhq8Pm6az_L9pZi0KW_jraa2lfNuqA7vn2LBQ4lKoF4eCgoS1brrXMXohRFlBzT6BqMmG4FKgK4cm1zk/s1600/Tamako+in+Moratoriamu10.jpg)
![](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNeAUkg3HvB6vsPCsK9-4VW3CUJm0-QWl9JLnM_AThgOGNoefBo5JZTqG3QLzZbz_c2dLpB1Snfzqx3ghkb_rrJ4hxY01iUq48l5RJ6xWSj5eWXo1vkrhvdnxgebdh-_pzjMggZY76a70/s1600/Tamako_in_Moratorium-p1.jpg)
2 comments:
Meski bukan film yg perlu "dipikirin", tapi film ini ngena banget :v
Jangan-jangan anda sedang mengalami "moratorium" kayak Tamako nih hehehe
Post a Comment