Showing posts with label 2001. Show all posts
Showing posts with label 2001. Show all posts

February 23, 2014

Pasir Berbisik (2001)


Pasir Berbisik (2001)







Berlian (Christine Hakim) dan putrinya, Daya (Dian Sastrowardoyo), yang dipanggil dengan sebutan ‘anak’ oleh sang ibu, tinggal di sebuah perkampungan miskin dekat wilayah pantai. Berlian membuka warung jamu dan membantu dukun beranak untuk keperluan hidup sehari-hari karena Agus (Slamet Rahardjo Djarot), suaminya menghilang saat Daya masih kecil. Ketidakberadaan Agus menjadikan Berlian sebagai ibu yang sangat protektif terhadap Daya yang beranjak remaja. Daya yang terkungkung dari kehidupan sosial, kerap membayangkan kehadiran sang ayah. Daya pun suka menempelkan telinganya ke pasir untuk mendengarkan “bisikan”. Suatu hari di kampung tersebut, terjadi sebuah teror dimana banyak orang meninggal dan rumah terbakar. Berlian dan Daya pun segera pindah ke tempat lain. Di tempat baru tersebut, tiba-tiba Agus kembali. Berlian berhati besar menerima kehadirannya. Daya sangat senang dan terpikat dengan kisah-kisah petualangan yang diceritakan sang ayah padanya. Namun, kebahagiaan yang dialami Daya tidak bertahan lama. Keterlibatan Agus dengan seorang lintah-darat perlente bernama Suwito (Didi Petet) membuat kebahagian Daya seketika musnah.

Ini kedua kalinya saya menonton film ini, dimana pertama kali menontonnya di layar televisi tidak sampai tuntas sehingga saya ingin menonton ulang untuk memahami film ini secara utuh. Bisa dibilang, Pasir Berbisik merupakan film untuk perempuan Indonesia dimana yang terlibat dalam pembuatan film ini lebih banyak dilakukan oleh perempuan Indonesia. Pasir Berbisik juga merupakan menjadi salah satu film terbaik pembuka lembaran film indonesia tahun 2000-an dimana setelah itu bermunculan film-film bagus dan menjadi hits seperti Ada Apa Dengan Cinta, Jelangkung, Eliana Eliana, dan lainnya.

Pasir Berbisik yang merupakan siratan kisah cinta multi-dimensi antara seorang gadis desa yang sedang mencari jati diri, dan ibunya yang batinnya lelah dihantui rasa takut kehilangan sang anak. Sifat protektif sang ibu justru terasa sangat mengganggu bagi sang anak dan sang anak pun kerap memberontak dengan berbagai upaya. Terlihat jelas, bagaimana karakter Daya yang sering mempertanyakan kenapa kenapa dan kenapa sang ibu melarangnya melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh remaja seusianya. Namun, ini bukan seperti kisah sinetron dimana akan ada pertarungan adu mulut nantinya. Justru film ini lebih banyak bercerita melalui gambar dan simbol-simbol yang sarat makna dan artistik. Gurun pasir menjadi saksi bisu bagaimana seorang Daya memberontak atas sikap protektif sang ibu. Disamping itu, gadis tersebut juga merasa sangat kesepian dan membutuhkan kasih sayang dari seorang ayah sehingga kerap kali dia mengusir rasa kesepiannya dengan mendengar "bisikan" pasir.

Totalitas seorang Dian Sastrowardoyo benar-benar teruji di sini. Pasir Berbisik merupakan film kedua yang dibintanginya setelah Bintang Jatuh dan aktris cantik ini membuktikan bahwa dia memang berhak disebut sebagai aktris berbakat. Sedangkan Christine Hakim tak usah lagi dipertanyakan aktingnya yang memang selalu menawan di tiap film yang dibintanginya. Begitu pun dengan Slamet Raharjo dan Didi Petet yang aktingnya juga sama gemilangnya. Penampilan dari Dessy Fitri yang kala itu sangat terkenal sebagai penyanyi dari OST sinetron, juga cukup mencuri perhatian sebagai sosok Sukma.

Akhirnya, Pasir Berbisik merupakan film yang indah dan bagus, terutama untuk penggemar film dengan sedikit dialog dan lebih mengandalkan gambar dan simbol sebagai sarana untuk berbicara memaknai arti sebuah film.




Title: Pasir Berbisik | Genre: Drama | Director: Nan Achnas | Music: Thoersi Argeswara | Running Time: 106 minutes | Country: Indonesia | Language: Indonesian | Starring: Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, Slamet Rahardjo, Didi Petet, Dessy Fitri | IMDb














September 24, 2013

The Others (2001)


The Others (2001)




The Others (2001)
  Drama | Horror | Mystery

Directed by Alejandro Amenábar
 Music by Alejandro Amenábar
Release date(s): August 10, 2001 
 Running time: 104 minutes
Country: United States, Spain, France, Italy
Language: English

Starring:




Anne : "They're everywhere - they say this house is theirs."
Mrs. Mills : "Sooner or later, they will find you."



Grace Stewart (Nicole Kidman) tinggal di sebuah rumah tua besar yang jauh dari kota, dengan dua anaknya yang masih kecil, Anne (Alakina Mann) dan Nicholas (James Bentley). Kedua anaknya sangat sensitif terhadap cahaya (photosensitivity) sehingga rumah mereka selalu dalam kondisi gelap. Grace lalu kedatangan tiga orang yang ingin bekerja di rumahnya dan Grace pun menjadikan mereka pembantu. Namun, keanehan kerap terjadi di rumah tersebut. Benarkah rumah tersebut ada penghuninya?.



Film horor yang bermutu menjadi sesuatu yang sulit ditemui belakangan ini dikarenakan banyaknya film bertema horor yang justru malah menampilkan esek-esek belaka (film dalam negeri khususnya), tema membosankan dan tidak original, hanya menampilkan sosok hantu menyeramkan dengan ceceran darah disana-sini serta plot yang gampang ketebak. Terkadang menonton film horor malah membuat tertawa atau meringis miris. Unfortunately, The Others tidak termasuk kategori yang disebutkan diatas.


Dengan setting di masa perang dunia kedua di sebuah kota terpencil yang selalu dikelilingi kabut dan udara dingin sudah membuat atmosfir film ini sangat mencekam. Ditambah dengan setting rumah besar dan kuno, membuat aura seram semakin kental dalam film ini. Tak ketinggalan scoring yang sukses membuat jantung berdetak cepat dan membuat bulu kuduk merinding.

 

Kendati bertema horor, penampakan hantu-hantu seperti dalam perfilman bertema horor di dalam negeri tidak akan kita temui. Namun, ketegangan yang ditampilkan jauh lebih menyeramkan dan menakutkan. Kengeriannya memang tak langsung menyentak, namun perlahan ketegangan muncul dan menyusup dengan kadar yang meningkat terus menerus hingga menimbulkan teror mencekam bagi penontonnya. Belum lagi setting gambar-gambar yang ditata sedemikian rupa dengan pencahayaan minim, membuat atmosfir semakin gelap dan mencekam. Ketakutan seolah mengikuti sepanjang film berlangsung. Namun rasa ketakutan tersebut malah semakin membuat penasaran, ada apa sebenarnya dengan seisi rumah tersebut. Kita pun akan dibuat penasaran dengan penampakan bocah yang dilihat oleh Anne yang membuat Grace menuduhnya hanya berhalusinasi. Namun tak dapat dipungkiri ada jejak-jejak orang berkeliaran di rumah tersebut. Wow! Adegan berikut merupakan yang paling membuat shock.

Akting Nicole Kidman tak usah diragukan lagi. Kali ini pun si cantik ini bermain sangat brilliant. Mimik wajah Kidman yang pucat, statis dan cenderung kaku menambah suasana suram sepanjang film. Karakter Grace sendiri membuat penonton akan bersimpati namun juga meragukan kewarasannya. Tak kalah hebatnya pemeran Anne, Alakina Mann yang bermain sangat bagus dan natural. Lalu pemeran Fionnula Flanagan yang berperan sebagai Bertha Mills juga tak kalah bagusnya. Melihat wajah Flanagan saja, penonton sudah merasa ngeri.




Sama seperti film horor lainnya, berbagai misteri menyelimuti film ini, namun jika kita teliti mengumpulkan dan merangkai berbagai puzzle yang disebar oleh Amenabar, kita akan mendapatkan kunci dari semua misteri yang terjadi dalam film berdurasi 104 menit ini. 


Endingnya? Hmm.. let's say.. a shocking ending! Segala sesuatunya memang bisa diputarbalikkan dalam sebuah film, sama halnya dengan film ini. Silahkan tonton dan dapatkan kejutan "mengagetkan" di endingnya.













April 21, 2013

Millennium Actress (2001)



Millennium Actress (2001)







Millennium Actress (2001)
Sennen joyû 
Animation | Drama | Romance
Director: Satoshi Kon
Music: Susumu Hirasawa
Release date(s): July 28, 2001 (Fantasia), September 14, 2002 (Japan)
Running time: 87 minutes
Country: Japan
Language: Japanese

Starring
Miyoko Shoji
Mami Koyama
Fumiko Orikasa
Shōzō Iizuka




 
Genya Tachibana, seorang TV interviewer dan filmmaker beserta seorang kameramen, Kyoji Ida melacak keberadaan seorang aktris terkenal yang telah lama menghilang dari dunia artis, Chiyoko Fujiwara. Tachibana memberikan sebuah kunci pada Chiyoko yang ternyata mempunyai banyak kenangan dalam hidupnya. Kunci tersebut diberikan oleh seorang pelukis dan revolusioner yang dibantu Chiyoko melarikan diri. Kunci tersebut juga menjadi kunci Chiyoko menjadi seorang aktris. Selagi bercerita tentang karirnya, Tachibana dan Kyoji ditarik masuk ke dalam ceritanya.
 
 
 

Millenium Actress yang mempunyai plot non-linear ini, bagi penonton sebagian penonton - terutama bagi yang baru pertama kali menonton film dengan plot model begini - akan kebingungan dengan jalan ceritanya. Dibagi dalam beberapa tahap, alur ceritanya menceritakan tentang masa lalu sang aktris, film-film yang dibintanginya dan masa kini yang saling tumpang tindih satu sama lain. Dalam kilas balik, bahkan kita sulit membedakan mana yang merupakan kisah nyata sang aktris dan mana yang hanya merupakan bagian dari cerita dalam film yang dibintanginya. 
 
  
 
 

Keikutsertaan Tachibana dan Kyoji dalam kilas balik kehidupan Chiyoko menjadi sesuatu yang unik dan menarik. Mereka berdua seolah-olah sedang meliput suatu acara atau berita secara langsung di tempat kejadian. Bahkan, dalam beberapa film yang dibintangi Chiyoko, Tachibana bisa tiba-tiba menjadi salah satu pemain dalam film tersebut dan selalu menyelamatkan sang aktris dalam situasi apapun. Dalam hal ini imajinasi kita dibiarkan bermain secara bebas untuk menafsirkan yang nyata atau hanya imajinasi belaka. 

 

Sedikit banyak anime ini mengingatkan saya pada kisah Matsuko dalam Memories of Matsuko. Tapi mengingat anime ini dibuat duluan, saya pikir justru film tersebut yang (mungkin) terinspirasi dari anime ini. Dibalut dengan sinematografi yang bagus dan menakjubkan serta dieksekusi dengan indah dan unik, Millenium Actress menjadi sajian komplit nan menarik untuk ditonton. Recommended! 
 
  
 
 











September 29, 2012

Donnie Darko (2001)


Donnie Darko (2001)





Donnie Darko (2001)
Director : Richard Kelly
Release date(s) : October 26, 2001
Running time : 113 minutes
Country : United States
Language : English

Starring :
Jake Gyllenhaal
Jena Malone
Drew Barrymore
Mary McDonnell



Donnie Darko terlihat aneh di antara teman-teman sebayanya.  Bahkan orang tua dan saudaranya pun menganggap dia abnormal. Donnie sering tidur berjalan (sleepwalking) dan mengalami delusi, yaitu munculnya sesosok monster dalam bentuk kelinci bernama Frank yang menguasainya dalam pengaruh buruk. Dengan kehadiran monster kelinci tersebut, membuat Donnie melakukan tindakan-tindakan tak lazim.


 

 


Donnie Darko bukanlah film yang gampang untuk dinikmati karena film ini berisi banyak hal-hal yang membingungkan dan membuat penonton berpikir keras. Penonton akan bertanya-tanya sepanjang film tentang apa maksud film ini sebenarnya. Hingga akhirnya penonton akan terkejut dengan apa yang terjadi sesungguhnya.


  

  


 



Diisi dengan soundtrack yang asik, Donnie Darko yang di sutradarai oleh Richard Kelly ini mampu menggabungkan unsur fantasi, misteri, horor, dan kisah remaja dalam padanan yang pas. Then, the ending of the movie probably is one of the most twisted ending movie for all time.








IMDb














Translate

Waiting Lists

Sur mes lèvres.jpg Dark, brown-tinted and horror-themed image of a man in an asbestos-removal suit (to the right side of the poster), with an image of a chair (in the middle of the image) and an image of a large castle-like building at the top of the image. The text "Session 9" is emboldened in white text in the middle of the image, and near the bottom of the image is written, "Fear is a place." Lisbeth Salander with Mikael Blomkvist The Girl Who Played with Fire.jpg Page turner.jpg Le trou becker poster3.jpg Nightwatch-1994-poster.jpg Headhunter poster.jpg On the Job Philippine theatrical poster.jpg The Song of Sparrows, 2008 film.jpg The-vanishing-1988-poster.jpg Three Monkeys VideoCover.png