Showing posts with label Italy. Show all posts
Showing posts with label Italy. Show all posts

September 24, 2013

The Others (2001)


The Others (2001)




The Others (2001)
  Drama | Horror | Mystery

Directed by Alejandro Amenábar
 Music by Alejandro Amenábar
Release date(s): August 10, 2001 
 Running time: 104 minutes
Country: United States, Spain, France, Italy
Language: English

Starring:




Anne : "They're everywhere - they say this house is theirs."
Mrs. Mills : "Sooner or later, they will find you."



Grace Stewart (Nicole Kidman) tinggal di sebuah rumah tua besar yang jauh dari kota, dengan dua anaknya yang masih kecil, Anne (Alakina Mann) dan Nicholas (James Bentley). Kedua anaknya sangat sensitif terhadap cahaya (photosensitivity) sehingga rumah mereka selalu dalam kondisi gelap. Grace lalu kedatangan tiga orang yang ingin bekerja di rumahnya dan Grace pun menjadikan mereka pembantu. Namun, keanehan kerap terjadi di rumah tersebut. Benarkah rumah tersebut ada penghuninya?.



Film horor yang bermutu menjadi sesuatu yang sulit ditemui belakangan ini dikarenakan banyaknya film bertema horor yang justru malah menampilkan esek-esek belaka (film dalam negeri khususnya), tema membosankan dan tidak original, hanya menampilkan sosok hantu menyeramkan dengan ceceran darah disana-sini serta plot yang gampang ketebak. Terkadang menonton film horor malah membuat tertawa atau meringis miris. Unfortunately, The Others tidak termasuk kategori yang disebutkan diatas.


Dengan setting di masa perang dunia kedua di sebuah kota terpencil yang selalu dikelilingi kabut dan udara dingin sudah membuat atmosfir film ini sangat mencekam. Ditambah dengan setting rumah besar dan kuno, membuat aura seram semakin kental dalam film ini. Tak ketinggalan scoring yang sukses membuat jantung berdetak cepat dan membuat bulu kuduk merinding.

 

Kendati bertema horor, penampakan hantu-hantu seperti dalam perfilman bertema horor di dalam negeri tidak akan kita temui. Namun, ketegangan yang ditampilkan jauh lebih menyeramkan dan menakutkan. Kengeriannya memang tak langsung menyentak, namun perlahan ketegangan muncul dan menyusup dengan kadar yang meningkat terus menerus hingga menimbulkan teror mencekam bagi penontonnya. Belum lagi setting gambar-gambar yang ditata sedemikian rupa dengan pencahayaan minim, membuat atmosfir semakin gelap dan mencekam. Ketakutan seolah mengikuti sepanjang film berlangsung. Namun rasa ketakutan tersebut malah semakin membuat penasaran, ada apa sebenarnya dengan seisi rumah tersebut. Kita pun akan dibuat penasaran dengan penampakan bocah yang dilihat oleh Anne yang membuat Grace menuduhnya hanya berhalusinasi. Namun tak dapat dipungkiri ada jejak-jejak orang berkeliaran di rumah tersebut. Wow! Adegan berikut merupakan yang paling membuat shock.

Akting Nicole Kidman tak usah diragukan lagi. Kali ini pun si cantik ini bermain sangat brilliant. Mimik wajah Kidman yang pucat, statis dan cenderung kaku menambah suasana suram sepanjang film. Karakter Grace sendiri membuat penonton akan bersimpati namun juga meragukan kewarasannya. Tak kalah hebatnya pemeran Anne, Alakina Mann yang bermain sangat bagus dan natural. Lalu pemeran Fionnula Flanagan yang berperan sebagai Bertha Mills juga tak kalah bagusnya. Melihat wajah Flanagan saja, penonton sudah merasa ngeri.




Sama seperti film horor lainnya, berbagai misteri menyelimuti film ini, namun jika kita teliti mengumpulkan dan merangkai berbagai puzzle yang disebar oleh Amenabar, kita akan mendapatkan kunci dari semua misteri yang terjadi dalam film berdurasi 104 menit ini. 


Endingnya? Hmm.. let's say.. a shocking ending! Segala sesuatunya memang bisa diputarbalikkan dalam sebuah film, sama halnya dengan film ini. Silahkan tonton dan dapatkan kejutan "mengagetkan" di endingnya.













August 31, 2013

Belle de Jour (1967)


Belle de Jour (1967)





Belle de Jour (1967)
  Drama
Director: Luis Buñuel
Release date(s): May 24, 1967 (France)
Running time: 101 minutes
Country: France/Italy
Language: French, Spanish

Starring:




Severine (Catherine Deneuve) adalah seorang wanita cantik yang menikah dengan seorang dokter yang bernama Pierre Serizy (Jean Sorel). Pernikahan mereka bahagia dan Severine sangat mencintai suaminya. Sayangnya, apapun alasannya, Severine tidak mampu berhubungan intim dengan suaminya. Pierre menghargai keputusan tersebut walaupun hal tersebut mengancam keutuhan rumah tangga mereka. Kenyataaanya, Severine adalah masochist dan dia sering berfantasi sex untuk memuaskan hasrat seksualnya. Severine selalu membayangkan dirinya sebagai korban dalam serangkaian fantasi kekerasan seksual. Dan ketika fantasi tersebut tak dapat dibendung lagi, dia pun memutuskan menjadi prostitute dengan nama samaran Belle de Jour.


Yeah, premis film ini begitu menarik. Pada bagian pembukaan film saja kita sudah disuguhi dengan adegan sex dimana Severine disiksa suaminya, dicambuk dengan kedua tangannya diikat ke atas pohon lalu tubuhnya dicumbu dari belakang oleh pria lain. Penonton mungkin akan kebingungan dengan adegan yang hanya sebentar tersebut dan tiba-tiba terlihat Severine malah berbincang dengan suaminya. Kebingungan tersebut tidak akan berlangsung lama, karena akan ada berbagai macam adegan penyiksaan yang akhirnya membuat kita tahu bahwa Severine memang menderita suatu kelainan. Memang, sepanjang film, fantasi dan realita saling tumpang tindih. Bunuel mengaburkan batas antara memori, realita dan fantasi sehingga kita akan ragu yang mana sebenarnya yang nyata dan bukan, atau semuanya hanya fantasi Severine belaka.


Penampilan para pemainnya jelas sangat bagus dan memukau. Catherine Deneuve memang menjadi pilihan tepat untuk menjadi Severine. Deneuve memberikan penampilan yang mengagumkan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata - lebih baik anda menontonnya sendiri. Lalu penampilan Geneviève Page yang memerankan Madame Anais dengan sangat bagus,  Pierre Clémenti yang menjadi Marcel dan tak ketinggalan Jean Sorel dan Michel Piccoli. Para pemain pendukung seperti karakter para wanita di rumah bordil dan klien-klien mereka, juga mampu menunjukkan performa akting yang bagus. 
 
  
 
 
Satu hal yang saya suka dari film ini - sebagai seorang wanita - adalah fashion dan make-upnya. Saya pribadi memang menyukai fashion dibawah tahun 80an. Penampilan Severine dengan make-up yang tidak berlebihan dengan dominasi warna-warna pastel, membuatnya terlihat anggun sebagai wanita high class.


Overall, Belle de Jour is interesting movie with interesting theme. Meski mengandung banyak adegan nudity dan sexual violence, namun film ini dengan gamblang menunjukkan kejujuran yang sepenuhnya berkaitan dengan batin dan keinginan seseorang (dalam kasus ini sang karakter utama). 

 
 

*Warning: Contain nudity








May 20, 2012

Bicycle Thieves (1948)

Bicycle Thieves (1948)
[Ladri di biciclette]






Director :  Vittorio De Sica
 Release date(s) : November 24, 1948
 Running time : 93 minutes 
Country : Italy

Starring : 
Enzo Staiola
Lianella Carell
Gino Saltamerenda
Vittorio Antonucci




Classic is never die!
Dengan menampilkan tema cerita yang ringan, The Bicycle Thief mampu menyuguhkan sajian yang menarik serta memukau untuk dinikmati. Bercerita tentang seorang pria pengangguran bernama Antonio Ricci yang mendapat tawaran pekerjaan untuk menempelkan poster di kota. Untuk memperoleh pekerjaan itu, syaratnya dia harus mempunyai sebuah sepeda. Demi keluarganya, dia pun rela menukar barang yang dimilikinya dengan sebuah sepeda. Suatu hari, ketika sedang bekerja menempelkan poster Rita Hayworth, sepedanya dicuri. Bagaimana pun caranya, Antonio harus mendapatkan sepedanya kembali supaya tidak kehilangan pekerjaannya. Bersama anak sulungnya,  Bruno, mereka berdua memulai petualangan mencari sepeda tersebut.



Seru sekali menyaksikan petualangan ayah dan anak dalam mencari sepeda di kota Roma tersebut. Banyak hal yang terjadi dan diluar perkiraan. Bahkan terkadang akal sehat pun bisa lenyap seketika jika keadaan memaksa. Vittorio De Sica sebagai sang sutradara mengarahkan para pemainnya yang aslinya memang bukan para aktor, melainkan orang-orang biasa, dengan sangat baik. Lamberto Maggiorani  yang berperan sebagai Antonio aslinya hanyalah seorang buruh pabrik. Sica memang membuat filmnya terlihat realistis seperti apa yang memang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan siapa pun bisa mengalami apa yang terjadi pada Antonio. Hal tersebut justru makin membuat kesan mendalam bagi yang menontonnya.
 
 


Sica juga menampilkan sisi kehidupan berbagai golongan masyarakat. Kalangan bawah diwakilkan dengan kehidupan keluarga Antonio dengan sangat real. Untuk kalangan ke atas, disajikan dalam scene dimana Antonio beserta Bruno makan di sebuah restoran. Bruno merasa iri ketika melihat seorang anak perempuan sebayanya yang makan makanan mahal dan dia pun ingin merasakan hal yang sama. Lalu sang ayah berkata, "To eat like that, you'd have to earn at least a million a month."




Dengan banyak menampilkan adegan yang sederhana dan realistis, film ini malah mampu menciptakan banyak memorable scenes. Hal seperti ini banyak ditemui dalam film-film Iran saat ini. Dan akhirnya, film ini telah menjadi salah satu film Italia terbaik sepanjang masa. Bahkan menjadi one of the best movie ever!








 





















































































March 30, 2012

L'innocente (1976)


L'innocente (1976)
The Innocent





 



Tullio Hermil (Giancarlo Giannini) yang seorang aristokrat mempunyai affair dengan seorang janda bernama Teresa Raffo (Jennifer O'Neill) dan hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Bahkan istrinya Giuliana (Laura Antonelli) tidak menyangkalnya dan menerimanya. Namun, dalam kesendirian dan kesedihannya, Giuliana tidak dapat menyangkal karisma dari seorang penulis bernama Filippo d' Arborio (Marc Porel) yang merupakan kenalan iparnya. Tullio akhirnya menyadari bahwa istrinya mempunyai affair dengan sang penulis dan berusaha keras untuk merebutnya kembali. Dan di hari reuni mereka kembali sebagai suami istri, Guiliana hamil.

 

L'innocente yang dirilis tahun 1976 ini disutradarai oleh Sutradara terkenal Italia Luchino Visconti. Film ini berdasarkan novel karangan Gabriele d'Annunzio 1892. Dengan durasi yang cukup panjang yaitu 125 menit seperti layaknya film-film klasik, film ini pun sedikit membosankan di awal. Bahkan kita akan dibuat bertanya-tanya, apa dan mengapa dikasi judul L'innocente (Innocent). Namun, seiring berjalannya waktu hingga menjelang ending dan mencapai klimaks, barulah kita sadar kalau judul itu memang tepat diberikan.


Untuk bagian akting, para pemainnya menampilka performa yang maksimal khususnya Giancarlo Giannini yang sangat bagus memerankan seorang Tullio. Jennifer O'Neill pun sangat cocok berperan sebagai janda 'genit' dengan kharisma dan penampilannya yang 'wah'. Tentu saja, lelaki mana yang tidak tergoda olehnya. Apalagi jika melihat istri Tullio sendiri, Giuliana, yang berperawakan lembut dan terlihat sedikit lemah, kontras dengan sosok Teresa. Dan tentu saja, karakter pasrah Giuliana dimainkan dengan apik oleh Laura Antonelli.



Untuk urusan kostum dan setting, patut diacungin jempol. Kita akan dimanjakan oleh kostum orang-orang aristokrat nan eksotik. Walaupun terlihat sangat merepotkan memakainya - khususnya kostum para wanita - tapi terlihat sangat indah dan unik. Dandanan yang minimalis dipadukan dengan tatanan rambut dengan kesan anggun menambah nilai plus untuk karakter para wanita di film ini. Segala hal yang klasik pun akan kita temui di film ini.

 

So, film klasik ini layak untuk ditonton dan mungkin akan menjadi film favorit sebagian orang. Jelas, kita akan disajikan ending yang membuat sedikit 'shock' dan akan terus mengingatnya. Inilah buah karya terakhir Visconti sebelum beliau wafat.

 






 




Translate

Waiting Lists

Sur mes lèvres.jpg Dark, brown-tinted and horror-themed image of a man in an asbestos-removal suit (to the right side of the poster), with an image of a chair (in the middle of the image) and an image of a large castle-like building at the top of the image. The text "Session 9" is emboldened in white text in the middle of the image, and near the bottom of the image is written, "Fear is a place." Lisbeth Salander with Mikael Blomkvist The Girl Who Played with Fire.jpg Page turner.jpg Le trou becker poster3.jpg Nightwatch-1994-poster.jpg Headhunter poster.jpg On the Job Philippine theatrical poster.jpg The Song of Sparrows, 2008 film.jpg The-vanishing-1988-poster.jpg Three Monkeys VideoCover.png