November 03, 2014

Tamako in Moratorium | Moratoriamu Tamako (2013)

Tamako in Moratorium (2013)







Tamako (Maeda Atsuko) yang baru lulus kuliah di Tokyo kembali ke kampung halamannya di Kofu. Dia hanya tinggal berdua dengan ayahnya (Kan Suon) yang mengelola toko olahraga. Bukannya melamar pekerjaan atau membantu sang ayah menjaga toko, Tamako malah menghabiskan waktunya di rumah dengan makan, tidur, menonton televisi, membaca manga dan bermain video games setiap harinya hingga empat musim berlalu begitu saja. 

Bagaimana? Kedengarannya premisnya tidak menarik sama sekali?  Apalagi sesuai judulnya, film ini memang menggambarkan 'moratorium' seorang Tamako yang tampak tidak tertarik sama sekali dengan kehidupan normal seperti yang dijalani oleh gadis seumurannya. Dan memang, untuk sebagian bahkan kebanyakan orang, film ini memang tidak menarik bahkan cenderung membosankan. Pacenya pun lambat seperti kebanyakan film Jepang lainnya. Selain itu nyaris tak ada hal yang benar-benar spesial dari film ini karena kita hanya disuguhkan kehidupan Tamako dalam 'moratoriumnya'. Namun, saya pribadi entah kenapa justru menyukai film ini. Yang pertama kali terlintas di benak saya ketika menonton film ini adalah: "wah.. ini aku banget, nih ceritanya!" Ya, kisah Tamako ini memang sedang ku alami sendiri saat ini. Saya jadi tambah semangat nontonnya. Apalagi durasinya pun tidak lama, hanya 78 menit. Selain kisahnya yang 'aku banget' ini, saya suka sekali dengan alurnya, settingnya, dan pace filmnya sendiri. Padahal pace lambat seperti ini biasanya membosankan buat saya, tapi kali ini entah kenapa saya malah sangat enjoy menontonnya. Mungkin juga karena seperti sedang menyaksikan sendiri kisah saya dalam film tersebut.

Selain kisah Tamako sendiri yang dibahas, film ini juga menyajikan kisah hubungan ayah-anak. Interaksi keduanya terkesan agak kaku dan sedikit aneh, tapi saya justru menyukainya. Karakter ayahnya yang terlihat sesekali mengomel dan marah karena kelakuan Tamako, sebenarnya sangat baik dan perhatian. Saya sedikit paham kenapa sang ayah juga terlihat masa bodoh melihat kelakuan 'ajaib' Tamako. Keduanya bahkan sebenarnya saling melengkapi satu sama lain hanya tidak disadari oleh keduanya. Selain karakter Tamako dan ayahnya, ada juga karakter lainnya seperti Hitoshi (Ito Seiya), anak SMP yang merupakan satu-satunya teman Tamako. Lucu juga melihat pertemanan keduanya. Lalu ada juga seorang wanita yang akan dijodohkan dengan ayahnya. Nah, disinilah justru terjadi momen-momen awkward yang lucu. Namun, dari sinilah terungkap perasaan yang sebenarnya antara Tamako dan ayahnya.

Tadinya sedikit meragukan Maeda Atsuko, tetapi setelah menonton film ini saya merasa dia sebenarnya bisa berakting dengan baik, hanya perlu diasah lagi supaya menjadi semakin baik. Dengan tampangnya yang terlihat 'jutek dan judes' tersebut, malah menambah nilai plus dirinya sebagai Tamako. Maeda berhasil memerankan karakter Tamako yang tak bergairah hidup ini dengan sangat baik. Kan Suon yang berperan sebagai ayah Tamako juga sangat bagus aktingnya. Chemistry yang diciptakannya dengan Maeda juga sangat baik. Terlihat jelas bahwa karakter Tamako dan ayahnya mempunyai ikatan yang kuat walaupun interaksi antar keduanya sangat jarang dan canggung.

Ya, Tamako in Moratorium ini seperti menggambarkan kehidupan para NEET (Not in Education, Employment, Training) yang semakin menjamur di Jepang sana. Hal tersebut tentu menjadi masalah yang cukup krusial bagi negara maju seperti Jepang. Mungkin kalau di negara kita, banyak ditemukan kasus seperti Tamako ini. Selain itu, mungkin juga film ini sebagai gambaran seseorang yang sama sekali tidak ingin memasuki dunia 'dewasa' (adulthood) dan masih asik menikmati masa-masa tanpa tanggung jawab besar. Sayang, tak ada solusi yang diberikan oleh sang scriptwriternya. Penonton dibiarkan mengambil jalannya sendiri atas permasalahan yang mungkin dialami seperti Tamako ini. Secara konsep cerita - terutama sesuai judulnya - memang harusnya begitu, tetapi alangkah lebih baik lagi jika diberikan alternatif solusi segala permasalahan yang ada. Saya sendiri memang mendapat sedikit pencerahan setelah menonton film ini tapi saya sebenarnya mengharapkan sekali adanya jalan keluar dari kebuntuan ini.






Title: Moratoriamu Tamako / Tamako in Moratorium / もらとりあむタマ子 | Genre: Slice of Life, Drama  | Director: Nobuhiro Yamashita | Release dates: October 2013 (Busan International Film Festival), November 23, 2013 (Japan) | Running time: 78 minutes | Country: Japan | Language: Japanese | Cast: Atsuko Maeda, Kan Suon, Ito Seiya, Tomika Yasuko | IMDb


 



2 comments:

Danu Whagino said...

Meski bukan film yg perlu "dipikirin", tapi film ini ngena banget :v

Radira said...

Jangan-jangan anda sedang mengalami "moratorium" kayak Tamako nih hehehe

Translate

Waiting Lists

Sur mes lèvres.jpg Dark, brown-tinted and horror-themed image of a man in an asbestos-removal suit (to the right side of the poster), with an image of a chair (in the middle of the image) and an image of a large castle-like building at the top of the image. The text "Session 9" is emboldened in white text in the middle of the image, and near the bottom of the image is written, "Fear is a place." Lisbeth Salander with Mikael Blomkvist The Girl Who Played with Fire.jpg Page turner.jpg Le trou becker poster3.jpg Nightwatch-1994-poster.jpg Headhunter poster.jpg On the Job Philippine theatrical poster.jpg The Song of Sparrows, 2008 film.jpg The-vanishing-1988-poster.jpg Three Monkeys VideoCover.png