October 04, 2012

Vertigo (1958)



Vertigo (1958)







Vertigo (1958)
Drama | Mystery | Romance

Director : Alfred Hitchcock
Based on D'entre les morts by Boileau-Narcejac
Release date(s) : May 9, 1958
Running time : 128 minutes
Country : United States
Language : English

Starring:


Setelah Psycho, saya jadi penasaran dengan film-film buatan sang masterpiece Hitchcock. Akhirnya seorang teman di dunia maya yang sama-sama suka nonton film, menganjurkan saya menonton film-film lain dari sang masterpiece. Berhubung yang dapat film ini duluan, jadilah saya menonton film ini tanpa ekspektasi apapun. 


Vertigo berkisah tentang John "Scottie" Ferguson (James Stewart), seorang detektif San Fransisco yang telah pensiun dan mengalami acrophobia (takut ketinggian) sehingga menimbulkan rasa pusing (vertigo). Scottie berteman baik dengan Midge (Barbara Bel Geddes). Scottie dan Midge pernah tunangan namun akhirnya berpisah. Gavin Elster, teman lama Scottie meminta pertolongannya untuk menyelidiki istrinya, Madeleine (Kim Novak), yang berkelakuan aneh. Madeleine seperti dimasuki oleh roh halus.

  

Kesan pertama ketika nonton openingnya, "kayaknya thriller, nih! Favorit aku banget, nih!" Tapi ketika scene berlanjut, malah misteri yang kental dalam film ini plus ada bumbu-bumbu romance-nya. Oh, ya saya dapat filmnya yang udah direstorasi, jadi warnanya nggak hitam putih lagi. Padahal kalau hitam putih, pasti tense-nya lebih terasa.

 




Salah satu ciri film-film lawas adalah banyaknya dialog-dialog nan panjang dengan gaya bicara yang cepat (sampai saya harus pause beberapa kali untuk baca ulang subtitlenya) dan pemakaian bahasa Inggris yang jarang saya dengar. #abaikan.
Jujur aja, nih, biar dialognya bermutu, tapi saya jadi ngantuk dengarnya karena terlalu panjang. Emang ciri khasnya Hitchcock kali ya??


Untunglah begitu masuk pertengahan film, makin menarik dan asik. Sumpah, beberapa adegan bikin merinding seperti scene dimana Madeleine pergi ke museum, kuburan dan ke hutan bareng Scottie. Atmosfir misterinya itu kental banget. Bravo, Hitchcock!

 


Tapi ada beberapa hal yang membuat saya bertanya-tanya, seperti kemana Midge pergi setelah dia bertanya tentang Scottie pada dokter di rumah sakit? Kenapa dia langsung hilang begitu saja? Malah yang aneh adalah scene ketika Madeleine membuka jendela di salah satu hotel dan ketika Scottie mencarinya  bersama sang pemilik hotel, kenapa tidak ada penjelasan kemana Madeleine pergi? Lalu, ketidaksengajaan Scottie bertemu dengan Judy (Oh, c'mon, kalo nggak mau ketahuan, harusnya lari ke tempat yang jauh dong? Ke luar negeri misalnya.). Agak kesal sebenarnya dengan scene yang ini. #abaikan.

 


Intinya, Hitchcock seperti ingin menampilkan berbagai jenis karakter dan tipe wanita dalam filmnya. Tentu saja contohnya adalah Midge, Madeleine dan Judy. Sampai-sampai Judy rela disamakan dengan Madeleine demi cinta (klise!) 

“If I let you change me, will that do it?  If I do what you tell me, will you love me?”
“Yes.”
“Fine, then I will do it.”


 
 


Wanita memang begitu, sih, rela berubah image demi sesuatu yang dia inginkan entah itu cinta (lelaki), karir, titel, prestise dan sebagainya. Sayangnya, perubahan tersebut kadang tidak berdampak banyak. Hal inilah yang menjadi warning dari Hitchcock dalam Vertigo.








5 comments:

Timothy Stevano said...

Vertigo emang awesome gila filmnya, Hitchcock best imo.

Ladila said...

Yup! But I prefer Rear Window

Timothy Stevano said...

Rear Window bagus sih, cuman Rear Window itu buat saya lebih ke suspense dan teknis, sedangkan Vertigo itu lebih ke cerita dan twist, tergantung selera masing2 sih, hehehe.

Anonymous said...

Udah nonton tapi lupa. Spoiler dong, twistnya tuh jd apa ya? Jd si Midge ini punya dua kepribadian, punya niat jahat sm si Detektif ini, ato apa sih?

Ladila said...

Kalo di spoiler kasian buat yang belum nonton. Mending anda nonton ulang aja ;)

Translate

Waiting Lists

Sur mes lèvres.jpg Dark, brown-tinted and horror-themed image of a man in an asbestos-removal suit (to the right side of the poster), with an image of a chair (in the middle of the image) and an image of a large castle-like building at the top of the image. The text "Session 9" is emboldened in white text in the middle of the image, and near the bottom of the image is written, "Fear is a place." Lisbeth Salander with Mikael Blomkvist The Girl Who Played with Fire.jpg Page turner.jpg Le trou becker poster3.jpg Nightwatch-1994-poster.jpg Headhunter poster.jpg On the Job Philippine theatrical poster.jpg The Song of Sparrows, 2008 film.jpg The-vanishing-1988-poster.jpg Three Monkeys VideoCover.png