October 08, 2012

Eiga: Kurosagi (2008)

Eiga: Kurosagi (2008)

[The Black Swindler]




Kurosagi (2008)
Crime | Drama | Thriller

Director : Yasuharu Ishii
Release Date:
Running time: 127 minutes
Country: Japan
Language: Japanese 

Casts :
Naoto Takenaka 
Tsutomu Yamazaki
Show Aikawa


Setelah menamatkan doramanya (J-drama) cuma dalam waktu beberapa hari aja, saya lanjut menonton filmnya. Nggak ada yang berubah dari doramanya, pemerannya masih sama dengan beberapa tambahan pemeran baru seperti Naoto Takenaka yang jadi Shirosagi (white swindler). Yamapi-chan masih tetap kawaii (@_@). Bahkan lagu Daite Senorita jadi insert song di film ini. Akting Tsutomu Yamazaki sebagai Katsuragi masih tetap ciamik. Yang berubah kayaknya cuma rambut Maki yang jadi tambah pendek. #abaikan. 
Kali ini Kurosaki (Tomohisa Yamashita) harus menghadapi Toru Ishigaki (Naoto Takenaka) yang menjadi kunci untuk bisa bertemu dengan Mikimoto (Shiro Kishibe). Tapi sebelumnya Kurosaki harus membongkar semua penipuan yang dilakukan oleh Ishigaki. Belum lagi pergolakan batinnya menghadapi Katsuragi. Kurosaki pun menghadapi dilema.




 

Dengan cerita yang datar dan nyaris tanpa konflik serta klimaks, membuat film ini jadi terasa begitu membosankan, apalagi dengan durasi dua jam lebih. Oh, NOOO!! Kalau bukan karena Yamapi, udah malas saya nontonnya. Apalagi kehadiran Maki Horikita dalam film ini seolah-olah hanya sebagai "pemanis" aja. Nggak ada adegan "romantis terselubung" antara Kurosaki dan Tsurara seperti dalam doramanya. Saya juga merindukan momen Kurosaki dan Tsurara yang selalu bertemu ketika jalan pulang. Tapi di film ini kita malah melihat Kurosaki yang naik mobil (naik derajat, nih ceritanya?) dan jadi terasa aneh. Ah, kecewa!!






 


Ya, film ini lebih terfokus pada hubungan antara Kurosaki dan Katsuragi semata ditambah embel-embel khas penipuan. Dalam dua jam (yang begitu lama menurut saya), saya ingin sekali men-skip-skip tiap adegan yang menurut saya nggak perlu and just waste time! Seperti tata cara penggunaan money card yang diperagakan Kurosaki, di mata saya terlihat begitu silly. Oh, No!!. Hal seperti itu lebih cocok ditampilkan di dorama aja.




 


Lagi-lagi saya bertahan hanya karena ada Yamapi (He's kawaii, you know?!). Tapi ketika Yamapi berbicara dalam bahasa Inggris, ampun, deh, saya pengen ketawa ngakak aja dengarnya. Lafal dan intonasi pengucapannya aneh banget, walaupun kaget juga dengar dia bisa ngomong Inggris cepat gitu. Yah, setidaknya akting Takenaka Naoto cukup menghibur. Sejak melihat Naoto di Nodame Cantabile dan beberapa filmnya yang sudah saya tonton, aktingnya belum ada yang mengecewakan buat saya.






 


Endingnya benar-benar, deh! Benar-benar bikin nggak puas. Sepertinya sang sutradara emang sengaja bikin endingnya kayak gitu, mungkin mau bikin sekuelnya kali. Tapi bagi penggemar doramanya seperti saya, pasti sangat kecewa dengan film ini. Entah kenapa, ketika sebuah dorama diadaptasi ke layar lebar, kebanyakan gagal. Seperti GTO, Gokusen, Liar Game dan Kurosagi ini. Seharusnya konsep yang ada di dorama, harus dirubah total dan disesuaikan untuk sebuah film layar lebar. Akhirnya, saya cuma mengharap semoga ada sekuelnya dengan format dan jalan cerita yang lebih bagus. Ma-i-do-ari, Bang!!



No comments:

Translate

Waiting Lists

Sur mes lèvres.jpg Dark, brown-tinted and horror-themed image of a man in an asbestos-removal suit (to the right side of the poster), with an image of a chair (in the middle of the image) and an image of a large castle-like building at the top of the image. The text "Session 9" is emboldened in white text in the middle of the image, and near the bottom of the image is written, "Fear is a place." Lisbeth Salander with Mikael Blomkvist The Girl Who Played with Fire.jpg Page turner.jpg Le trou becker poster3.jpg Nightwatch-1994-poster.jpg Headhunter poster.jpg On the Job Philippine theatrical poster.jpg The Song of Sparrows, 2008 film.jpg The-vanishing-1988-poster.jpg Three Monkeys VideoCover.png